Mendengar kata ‘terumbu karang’ rasanya sudah tidak asing lagi untuk didengar. Sering kali terumbu karang ini diasosiasikan dengan keindahannya yang tiada tara. Tapi selain keindahannya, terumbu karang juga menyimpan fakta-fakta lain yang tidak kalah menarik dari sekadar penampilan fisiknya yang indah. Apa saja sih hal-hal tersebut?
Apa sih terumbu karang itu?
Terumbu karang adalah ekosistem bawah laut yang rumit yang dibentuk oleh akumulasi struktur kalsium karbonat yang dibangun oleh hewan laut kecil yang disebut polip karang. Ekosistem yang beragam dan dinamis ini mendukung berbagai kehidupan laut, berkontribusi pada tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Terlepas dari signifikansi ekologisnya, terumbu karang menghadapi ancaman seperti perubahan iklim, polusi, dan penangkapan ikan berlebihan, menekankan perlunya upaya konservasi untuk melindungi habitat bawah laut yang vital ini.
Terumbu Karang adalah Hewan
Banyak sekali yang masih sering keliru, sekilas terumbu karang nampak seperti tumbuhan atau batu yang menetap di satu tempat karena karang bersifat sesil. Tapi sebenarnya terumbu karang ini adalah hewan yang termasuk kedalam kingdom animalia. Karang itu sendiri merupakan salah satu kelompok Coelenterata berbentuk polyp, yaitu semacam bentuk tabung dengan mulut di bagian atas yang dikelilingi oleh tentakel. Komponen biota terpenting di suatu terumbu karang adalah karang batu (stony coral), hewan yang tergolong dalam Ordo Sclerectinia yang kerangkanya terbuat dari rangka kapur.
Karang sebenarnya terbentuk melalui simbiosis yang antara polyp dan alga zooxanthellae, keduanya saling memberi manfaat bagi satu sama lain. Zooxanthellae menerima nutrisi-nutrisi penting dari karang (polyp) dan memberikan sebanyak 95% hasil fotosintesisnya (energi dan nutrisi) kepada polyp. Struktur tentakel karang juga digunakan untuk menangkap makanan dari air dan nutrisi dengan cara menyapu ke dalam mulutnya. Oleh karena itu, karang merupakan hewan karena mereka tidak membuat makanan sendiri..
Membutuhkan Sinar Matahari
Walaupun karang adalah hewan, mereka tetap memerlukan sinar matahari untuk bertahan hidup. Zooxanthellae yang berperan sebagai penghasil energi dan nutrisi dari hasil fotosintesis akan menyerap karbon dioksida melalui mulut polyp. Kemampuannya dalam memfiksasi karbon membuat terumbu karang menjadi salah satu ekosistem yang sangat produktif di laut. Organisme inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa menjaga air laut tetap bersih sangat penting, karena apabila air laut kotor atau terhalang, terumbu karang akan kesulitan untuk mendapatkan cahaya mataharinya.
Punya Mekanisme Pertahanan Diri
Karena sifatnya yang sesil, karang tidak bisa melarikan diri dari predatornya. Beberapa predator yang mengancam keberadaan karang seperti nudibranch (siput laut), bintang laut, dan beberapa spesies angelfish. Untuk mempertahankan diri, karang berevolusi dengan membuat metabolit sekunder seperti racun, alelopati, dan sebagainya. Salah satu contoh mekanisme pertahanan diri karang dapat dilihat pada spesies Magnificent Sea Anemone (Heteractis magnifica) yang merupakan salah satu habitat ikan badut.
Spesies anemon ini menggunakan sel beracun atau nematocyst pada tentakel mereka untuk menyengat dan menghalangi segala kemungkinan ancaman atau serangan. Selain itu, mekanisme ini juga digunakan untuk menangkap mangsanya. Ikan badut dan Magnificent Sea Anemone menjalin simbiosis mutualisme dimana anemon menyediakan habitat yang aman, sebagai gantinya ikan badut menyediakan materi organik untuk kebutuhan nutrisi anemon.
Pusat Keanekaragaman Terumbu Karang Terletak di Papua, Indonesia
Kita turut berbangga karena episentrum keanekaragaman terumbu karang dunia terdapat di Semenanjung Doberai (lebih dikenal sebagai Bird’s Head Peninsula) di Papua, Indonesia. Menurut riset tahun 2012, lokasi ini menampung lebih dari 600 spesies terumbu karang dan 1.638 spesies ikan terumbu karang, yang artinya merupakan tempat terkaya keanekaragaman terumbu karang di dunia! Menurut Bird’s Head Seascape, saat ini terdapat setidaknya 35 spesies ikan karang yang endemik, dengan tambahan 5-40 spesies karang endemik dan 8 udang mantis endemik.
Baca: Laut Penghasil 50%-80% Oksigen di Bumi
Berkenalan dengan Terumbu Karang dari Rumah
Manfaat Terumbu Karang
Habitat dan Penyedia Makanan bagi Berbagai Hewan Laut
Ekosistem terumbu karang merupakan habitat yang sangat ideal bagi berbagai hewan laut seperti ikan dan invertebrata laut lain. Terumbu karang mampu menyediakan berbagai makanan, tempat tinggal, dan perlindungan bagi hewan-hewan tersebut. Yup, seperti di film Finding Nemo di mana mereka tinggal dan beraktivitas di ekosistem terumbu karang.
Penyedia Sumber Makanan bagi Manusia
Berbagai organisme laut tersebut banyak kita jumpai dimanfaatkan sebagai makanan yang dikonsumsi oleh manusia seperti ikan dans seafood. Jadi secara tidak langsung terumbu karang membantu menyediakan makanan laut yang kita konsumsi sehari-hari.
Potensi Obat-Obatan
Saat ini, lebih dari setengah penelitian obat kanker terbaru berfokus pada biota laut, salah satunya terumbu karang. Hal ini karena biota laut memiliki keanekaragaman genetik yang lebih tinggi dari organisme di darat. Pada akhir tahun 2019, tercatat ada 9 obat disetujui yang bersumber dari laut yaitu Vira-A®, Prialt®, Lovaza®, Cytosar-U®, Halaven®, Adcetris®, Yondelis®, Aplidine®, dan POLIVY®.
Selain itu, saat ini terdapat 31 komponen dari lautan yang masih dalam uji klinis, 5 komponen di fase III, 13 komponen di fase II dan 9 komponen di fase I untuk menjadi obat resmi. Menurut Bruckner (2002) biota laut seperti terumbu karang memiliki potensi medis 300-400 kali lebih tinggi daripada makhluk hidup di darat
Penjagaan Garis Pantai/ Mencegah Abrasi
Struktur terumbu karang yang kompleks mendukung fungsi sebagai pemecah ombak. Karang membentuk struktur penghalang yang melindungi garis pantai dari gelombang, badai, banjir, dan erosi. Ketika terumbu rusak atau hancur, tidak ada perisai penghalang gelombang sehingga dapat meningkatkan kerusakan pesisir dari gelombang laut dan badai.
Menurut penelitian Ferrario et al. (2014) terumbu karang menyediakan perlindungan substansial dari bencana alam dengan mengurangi energi gelombang rata-rata 97%. Kerusakan terumbu karang berarti hilangnya pelindung alam wilayah pesisir yang akan memicu peningkatan laju abrasi pantai (BPS, 2020). Abrasi pantai menyebabkan berkurangnya daerah pantai, kerusakan rumah di pesisir, bahkan kehilangan nyawa penduduk.
Baca: Manfaat Terumbu Karang di Kehidupan Sehari-hari
Terumbu Karang dan Ancaman terhadap Krisis Iklim
Sinar matahari memang penting, namun apabila suhu air laut menjadi terlalu panas karena cahaya matahari, terumbu karang bisa mengalami pemutihan karang karena stress dan bisa mati apabila keadaan ini berlangsung terus-menerus. Memang terumbu karang ini cukup sensitif terhadap suhu.
Terumbu karang sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Perubahan suhu laut sebesar satu derajat Celcius saja dapat menyebabkan pemutihan karang (coral bleacing). Pada krisis iklim, lautan memanas sehingga jumlah karang yang memutih menjadi semakin tinggi akibat stres akibat perubahan temperatur laut. Pada kondisi ini, karang akan mengeluarkan alga (zooxanthellae) yang hidup di jaringannya sehingga menyebabkan karang menjadi putih seluruhnya.
Saat karang memutih, ia tidak mati, tetapi rawan mati karena kelaparan. Sedihnya, habitat terumbu karang saat ini semakin terancam dengan maraknya coral bleaching, semakin sering terjadinya bencana alam, lautan yang penuh polusi, dan lainnya.
Baca: 6 Fakta Mengenai Coral Bleaching
Mengenali Status Terumbu Karang Terkini
Apa yang dapat kita lakukan?
Dengan fakta-fakta di atas, terumbu karang jelas memiliki manfaat yang tidak sedikit dan apabila terumbu karang telah tiada, banyak juga yang akan terkena imbasnya. Tentunya untuk menjaga kelestarian terumbu karang yang kaya akan manfaat, kita masih perlu melakukan berbagai upaya lebih lanjut. Kita bisa membantu menjaganya dengan berbagai cara, bisa secara pasif maupun secara aktif.
Komunitas juga turut berperan penting dalam konservasi terumbu karang ini. Dimulai dari komunitas sekitar dan dari sedikit orang, lama-kelamaan akan terbiasa dan semakin menyebar luas. Sayangnya, meskipun berbagai upaya konservasi terumbu karang telah dilakukan dan banyak yang sedang berjalan, terumbu karang masih mengalami ancaman yang besar.
Faktor-faktor seperti pariwisata yang tidak bertanggung jawab, penangkapan ikan secara sembarangan, kapal-kapal yang merusak, penambangan berlebihan, laut yang penuh dengan polutan, dan lain sebagainya merupakan alasan mengapa terumbu karang terancam. Kurangnya kesadaran akan pentingnya terumbu karang juga menjadi faktor pendukung kerusakan karang.
Baca: Masa Depan Tanpa Karang: Apa yang Akan Terjadi?
Pentingnya Komunitas Dalam Konservasi Terumbu Karang Berkelanjutan
Apa itu Biorock dan Teknologi Biorock
Kamu juga bisa membantu melestarikan terumbu karang lo!
Bahkan hanya dari rumah saja!
