About Us

 

 

 

Our Story

Since its initiation in 2015, Biorock Indonesia (BI) has been focusing on building the proper standards for the implementation of its technology in Indonesia. The organization has developed two key programs, including assistance for partner organization in biorock development and public engagement through volunteering, internship and research programs.

So far, BI has developed 16 project sites located in 8 provinces of Indonesia, including Bali, North Sulawesi, Maluku, West Nusa Tenggara, East Nusa Tenggara, West Sumatera, Lampung, and DKI Jakarta and has reached several national and international governmental level milestones.

 

 

 

Partnership with UNDP Indonesia in blue economy execution

 

 

 

 

 

 

Invited as the UN Ocean Conference Speaker in New York 2017

 

 

 

 

 

 

 

Invited as the UN Ocean Day UNESCAP 2019

 

 

 

 

Finalist Tourism for Tomorrow “INNOVATION” by World Travel and Tourism Council

 

 

 

 

 

Biorock Included as Recommended Restoration Technology in Government Regulation

 

 

 

 

Coral Reef Restoration Guidelines from Ministry of Marine Affairs and Fisheries 2015

 

Part of Women’s Earth Alliance 2019

 

Involved in Blue Economy Catalyzator in Archipelagic and Island States Forum

Who We Are

Our Team & Leadership

Prawita Tasya Karissa

Prawita Tasya Karissa

Executive Director & Co-founder

Tasya has been involved with Biorock since 2003 when she got the opportunity to study the Biorock technology directly from the inventors, Prof. Wolf Hilbertz and Dr. Tom Goreau. Her university thesis on Application of Biorock to Pearl Oyster Juvenile, Pinctada Maxima was presented worldwide during a conference organized by the Society Ecological Restoration in Merida, Mexico in 2011. Her research was also published in “Innovative Methods of Marine Restoration”.

Apart from Biorock, she also has a strong background in climate change as she worked as a Consultant for Clean Development Mechanism for five years. She is also an expert in community involvement strategy and managing Non-Profit organizations. Tasya worked previously at the Child Protection NGO and Bird Conservation Foundation in administration and management capacities. Presently, she leads all Biorock Indonesia’s projects, in conjunction with her team and partners, from survey to planning and from installation to maintenance.

Tasya is an advocate for women empowerment and equality. As a leader and a mother of three young children, she would sometimes carry her kids in her projects to involve them even at a very young age.

Komang Astika

Komang Astika

Board of Expert and Co-founder

Dr. Beginer Subhan S.Pi M.Si

Dr. Beginer Subhan S.Pi M.Si

Board of Expert and Co-Founder

Dr. rer. nat Hawis Madduppa S.Pi, M.Si

Dr. rer. nat Hawis Madduppa S.Pi, M.Si

Board of Expert and Co-Founder

Paulus Prong

Paulus Prong

Board of Expert and Co-Founder

Ramadian Bachtiar

Ramadian Bachtiar

Board of Expert and Co-Founder

Ricky Soerapoetra

Ricky Soerapoetra

Board of Expert and Co-Founder

Thomas J. F. Goreau

Thomas J. F. Goreau

Scientific Advisor

Nyoman

Nyoman

Program Coordinator

I Dewa Nym Putra Yasa

I Dewa Nym Putra Yasa

Administration and Finance Officer

Our Blog & Latest News

Magang Sambil Belajar di Biorock Indonesia

Berawal dari konservasi penyu hijau, rusa bawean, gambut, dan sekarang terumbu karang. Sudah sejak awal 2018 saya tertarik dan berkecimpung di dunia konservasi Indonesia. Lulus dari jurusan biologi di Institut Teknologi Bandung menumbuhkan kepedulian saya pada konservasi dan perlindungan spesies terancam. Setiap spesies memiliki perannya masing-masing dalam ekosistem, apabila populasinya terancam maka dapat mengganggu kestabilan ekosistem yang berdampak langsung pada hidup kita, termasuk terumbu karang. Nama saya Nadia Jessica Jonatan, selama 1 bulan ini saya berkesempatan magang di Biorock Indonesia sebagai marine copywriter. Bersama Kak Lia, saya dibimbing untuk...

Pentingnya Komunitas Dalam Konservasi Terumbu Karang Berkelanjutan

Tidak ada konservasi jangka panjang tanpa dukungan komunitas. Konservasi terumbu karang membutuhkan dukungan komunitas untuk mencapai konservasi berkelanjutan. Bagaimana komunitas berperan dalam konservasi terumbu karang berkelanjutan? Temukan jawabannya pada artikel berikut.   Kesadaran komunitas untuk menjaga sumber daya alam Ketika terjadi kerusakan terumbu karang, masyarakat yang paling terdampak adalah komunitas pesisir yang hidupnya bergantung pada sumber daya laut. Seperti yang kita ketahui, lebih dari 1 milyar orang hidup dalam radius 60 km dari terumbu karang di daerah tropis dan separuhnya bergantung pada terumbu karang sebagai sumber pangan dan...

Apa Itu Segitiga Terumbu Karang?

Meski populasinya tersebar di seluruh dunia, 76% spesies terumbu karang dunia dapat dijumpai di Segitiga Terumbu Karang. Segitiga Terumbu Karang atau Coral Triangle adalah kawasan laut di bagian barat Samudera Pasifik dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Di kawasan ini, ditemukan lebih banyak spesies laut daripada perairan manapun di bumi. Apa saja yang kita ketahui tentang Segitiga Terumbu Karang dunia? Temukan jawabannya dalam artikel berikut.   Kawasan Bentuk Segitiga Seluas 6 Juta Kilometer Persegi   Terbentang dari Indonesia hingga Kepulauan Solomon, kawasan dengan keanekaragaman spesies laut tertinggi ini mirip dengan bentuk segitiga...

Fenomena Pemutihan Karang Warna-warni: Kok Bisa?

Sering diasosiasikan dengan warna putih, ternyata pemutihan terumbu karang bisa menghasilkan karang warna-warni. Pemutihan terumbu karang merupakan pertanda populasi terumbu karang mengalami stres. Terumbu karang yang mengalami pemutihan lebih rentan mati. Apa yang mendasari fenomena pemutihan karang warna-warni? Berikut informasi yang kita ketahui seputar fenomena ini.   Pertama Teramati Pada 2010   Pemutihan karang warna-warni sudah didokumentasikan sejak tahun 2010, namun hingga saat ini masih diteliti mekanisme dan alasannya. Sejak tahun 2010, setidaknya sudah terjadi 15 fenomena pemutihan karang warna-warni di seluruh dunia, menurut studi Wiedemann,...

Berkenalan dengan Terumbu Karang dari Rumah

Kangen melihat terumbu karang secara langsung? Atau jangan-jangan kamu belum pernah melihat terumbu karang? Jangan khawatir! Sekarang kita bisa menikmati pemandangan bawah laut melalui berbagai teknologi yang memungkinkan kita berkenalan dengan ekosistem terumbu karang di rumah masing-masing. Apa saja medium yang bisa kita gunakan untuk melihat terumbu karang dari rumah? Simak artikel berikut untuk tahu lebih lanjut!   Chasing Coral: The VR Experience Pernah menonton film Chasing Coral? Netflix dan pembuat film Chasing Coral bekerja sama mengembangkan virtual reality (VR) di bawah laut tentang kesehatan dan pemutihan terumbu karang. Virtual reality berdurasi 6...

Perbedaan Soft Coral dan Hard Coral

Sama-sama membentuk ekosistem terumbu karang, karang halus (soft coral) dan karang keras (hard coral) ternyata memiliki klasifikasi, struktur, dan fungsi yang berbeda. Penasaran apa perbedaan soft coral dan hard coral? Simak artikel berikut. Soft Coral Termasuk Alcyonacea, Hard Coral Termasuk Scleractinia Secara taksonomi, soft coral termasuk kelompok Octocorallia atau Alcyonacea, sedangkan hard coral termasuk kelompok Scleractinia. Soft coral dapat dibedakan dengan hard coral melalui jumlah tentakelnya. Sesuai klasifikasinya, soft coral / octocorallia berarti mempunyai 8 tentakel atau kelipatannya, sedangkan hard coral mempunyai 6 tentakel atau kelipatannya. Hard...

7 Fakta Terumbu Karang

Sering dijumpai di laut dan akuarium ikan hias, ternyata terumbu karang memiliki beberapa fakta yang menarik untuk disimak. Dari potensi obat hingga mencegah abrasi pantai, berikut rangkuman 7 fakta terumbu karang. Hewan, Bukan Tumbuhan Karang bersifat sesil, yang berarti mereka secara permanen menempel pada dasar laut. Sepintas, mereka terlihat seperti kebanyakan tumbuhan yang berakar di tanah, apalagi helai-helai tentakelnya ikut bergerak terdorong arus seperti daun yang tertiup angin. Beberapa karang juga berwarna hijau--seperti daun yang memiliki klorofil! Akan tetapi, karang ternyata bukan kategori tumbuhan. Karang adalah hewan. Karang sebenarnya terbentuk melalui...

Peran Perempuan dalam Konservasi Laut

Perempuan sering dianggap memegang peran minor dalam kehidupan bermasyarakat. Kenyataannya, perempuan memiliki peran yang unik dan tidak tergantikan dalam kegiatan pemberdayaan komunitas seperti konservasi laut. Penasaran apa peran unik perempuan dalam konservasi laut? Berikut beberapa contoh peran perempuan dalam konservasi laut dan kisah inspiratif mereka. 1. Perempuan Mendidik Anak untuk Peduli Ekosistem Laut Dari ibu yang cinta lingkungan, lahir anak-anak yang peduli lingkungan. Ibu berperan mendidik anak melalui edukasi dan kebiasaan sejak kecil. Dimulai dari pengenalan alam dan kebiasaan hidup ramah lingkungan, akan tumbuh kepedulian dan kesadaran anak tentang...

Manfaat Terumbu Karang di Kehidupan Sehari-hari: Sumber Pangan Laut

Lebih dari 1 milyar orang hidup dalam radius 60 km dari terumbu karang di daerah tropis dan separuhnya bergantung pada terumbu karang sebagai sumber pangan dan pendapatan. Faktanya, sebanyak 400 juta orang termiskin di dunia bertumpu pada ekosistem terumbu karang sebagai sumber utama protein mereka (Reid et al., 2009) Percaya atau tidak, terumbu karang berkontribusi pada pangan laut yang kita makan, mulai dari ikan goreng hingga lobster bakar! Apa manfaat terumbu karang bagi produksi pangan laut? Mari kita telusuri lebih lanjut. Seberapa banyak masyarakat Indonesia yang makan ikan? Di Indonesia, ikan merupakan sumber utama protein nasional. Badan Pusat Statistik pada...

Apa itu Biorock dan Teknologi Biorock?

Pertanyaan yang umum ditujukan pada Biorock Indonesia adalah “Apa itu biorock?” Kebanyakan orang tidak mengerti apa itu biorock dan teknologi biorock. Beberapa miskonsepsi tentang biorock yaitu bahwa biorock adalah terumbu karang. Ada juga yang mengira bahwa biorock dan teknologi biorock adalah hal yang sama. Mari kita bahas apa itu biorock dan apa perbedaannya dengan teknologi biorock. Biorock sebetulnya bukan hal baru. Dipatenkan pada tahun 1979 oleh Prof. Wolf Hilbertz, teknologi biorock sudah digunakan di Pemuteran, Bali untuk restorasi terumbu karang berbasis komunitas sejak tahun 2000 bersama Biorock Indonesia. Hingga saat ini, proyek biorock terbesar di dunia...

Manfaat Terumbu Karang di Kehidupan Sehari-hari: Potensi Obat-obatan

Tahukah kamu? Lebih dari setengah penelitian obat kanker terbaru berfokus pada biota laut, salah satunya terumbu karang. Terumbu karang ditemukan berpotensi menjadi obat-obatan di masa depan. Berbagai obat-obatan terbaru untuk penyakit kanker, radang sendi, infeksi...

BIOROCK SAVES BLEACHING CORALS AGAIN

October 1 2020 Komang Astika & Tom Goreau Biorock Indonesia Pemuteran, Bali, Indonesia Corals growing on Biorock reefs in Indonesia that survived severe 2016 bleaching, and bleached again completely in 2020, have now fully recovered. Bleaching on Biorock was...

Meet Our Special Guest, Alexandra Cousteau!

Stemming from our patented Biorock® technology, our innovative and scientifically sound approach to coral reef restoration across Indonesia has ignited international interest in our NGO. Lucky for us, the unique experiences offered at Biorock® Indonesia, including our...

Regenerative Development to Reverse Climate Change at UN

Large Scale Regenerative Development to Reverse Climate Change was discussed for the first time at the United Nations Oceans Conference in New York, June 5-9. A common look at today's beach in Indonesia: Plastic trash everywhere. Picture by Oka Dwi P. The World’s...

Pemuteran Biorock Projects Honored at UN World Oceans Day Celebration in New York: Indonesia Ministries Support Grass Roots Coral Reef Restoration

FOR IMMEDIATE RELEASE Contact: Tasya Karissa (Mrs) biorockindonesia@gmail.com +6285718295698   Komang Astika from Yayasan Karang Lestari Teluk Pemuteran joint panel with Arif Havas Oegroseno from the Coordinating Maritime Affairs Ministry and Suseno Sukoyono from...

A Balinese Villager Seeking Solutions on World Ocean Problems with Policy Makers and Scientist at UN Ocean Conference

FOR IMMEDIATE RELEASE Contact: Tasya Karissa (Mrs) biorockindonesia@gmail.com +6285718295698   We transformed an environmental disaster to sustainable community tourism in Bali" says Komang Astika from Yayasan Karang Lestari Teluk Pemuteran, Bali, Indonesia -...

Coral transplantation, Restoring Seabed Beauty

BALI, KOMPAS.com - Transplantation of coral reefs has become a powerful way to restore the beauty of the underwater damaged by over-exploitation. In addition to being beautiful and attracting tourists, healthy reefs also restore balance to the ecosystem. To achieve...

Biorock in Buleleng

Announcers: By I Made Tirthayasa Singaraja (ANTARA) - The government of Buleleng applying technology "Biorock" to conserve coral reefs in the waters of the northern island of Bali. "In addition to Biorock technology, we also perform transplantation techniques and...

Pemuteran, From Fisherman Village to The International Tourism Village

"FIRST, in the 1980s the villagers of Pemuteran often damage the reefs. Understandably, the livelihoods of fishermen. " That is an expression of the Supreme Kertiyasa, one of the lads from the village of Pemuteran, Buleleng, Bali, when starting the story of coastal...

Unique Coral Reef Shape in Buleleng

JAKARTA, KOMPAS.com - Buleleng Bali Dive Festival will be held on October 23 to 26 in the village of Pemuteran, Buleleng, Bali. The event consists of various activities of sea travel, culinary, art and culture. As the name implies, one of the activities is to dive...

Current Vacancy

Intern Position Available

Intern Position

Job Position Available

Staff Position