Manfaat Terumbu Karang di Kehidupan Sehari-hari: Sumber Pangan Laut

December 24th, 2020

Lebih dari 1 milyar orang hidup dalam radius 60 km dari terumbu karang di daerah tropis dan separuhnya bergantung pada terumbu karang sebagai sumber pangan dan pendapatan. Faktanya, sebanyak 400 juta orang termiskin di dunia bertumpu pada ekosistem terumbu karang sebagai sumber utama protein mereka (Reid et al., 2009) Percaya atau tidak, terumbu karang berkontribusi pada pangan laut yang kita makan, mulai dari ikan goreng hingga lobster bakar! Apa manfaat terumbu karang bagi produksi pangan laut? Mari kita telusuri lebih lanjut.

Seberapa banyak masyarakat Indonesia yang makan ikan? Di Indonesia, ikan merupakan sumber utama protein nasional. Badan Pusat Statistik pada tahun 2015 menemukan rata-rata 1 orang Indonesia mengkonsumsi 41,1 kg ikan/tahun! Sepanjang 2011-2015, angka ini terus meningkat, menunjukkan betapa bergantungnya masyarakat Indonesia pada ikan sebagai sumber pangan dan sumber protein. Maka dari itu, produksi pangan laut harus dijaga agar dapat memenuhi kebutuhan banyak orang, salah satunya dengan menjaga kesehatan terumbu karang.

Secara ekologis, manfaat terumbu karang yaitu menyediakan tempat bertelur, tempat tinggal, tempat berlindung, tempat mencari makan, dan tempat berkembang biak bagi biota laut. Biota laut bergantung pada terumbu karang pada berbagai tahap hidup mereka, misalnya sebagai tempat bertelur lobster, tempat mencari makan ikan tuna, tempat berlindung gurita, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, ketiadaan dan kerusakan terumbu karang akan berpengaruh pada berbagai tahap hidup biota laut yang berdampak langsung pada jumlah populasinya.

Penelitian pada 1996-2003 di Papua menemukan bahwa berkurangnya tutupan karang menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati ikan secara paralel, baik di suaka margasatwa maupun di daerah yang terbuka untuk penangkapan ikan. Lebih dari 75% spesies ikan karang menurun dalam kelimpahannya, dan 50% spesies menurun populasinya menjadi kurang dari setengah jumlah aslinya. Beberapa spesies spesialis karang langka bahkan punah secara lokal. Dimana ada degradasi terumbu permanen, di situ keanekaragaman hayati ikan terancam (Jones et al., 2004)

Bagaimana dengan kondisi kesehatan terumbu karang di Indonesia? Penelitian LIPI pada tahun 2018 menyatakan 31,18% terumbu karang di Indonesia berstatus jelek / bad condition, sedangkan terumbu karang dengan status kesehatan baik dan sangat baik tersisa 29,52% saja. Krisis iklim menyebabkan peningkatan suhu air laut dan pemutihan koral secara massal. Peningkatan suhu laut sebanyak 1°C di atas rata-rata dapat menyebabkan pemutihan koral dan mengancam ekosistem terumbu karang.

Gambar 1. Luas dan Kondisi Terumbu Karang Indonesia (LIPI, 2018; BPS, 2020)

Untungnya, ada solusi untuk mengembalikan kondisi kesehatan terumbu karang. Teknologi Biorock adalah satu-satunya metode yang melindungi karang dari kematian setelah pemutihan total dari sengatan panas yang ekstrim. Karang yang tumbuh pada struktur Biorock terbukti bertahan hidup setelah dua kali mengalami pemutihan pada tahun 2016 dan 2020. Untuk membaca tentang fenomena ini, klik tautan berikut BIOROCK SAVES BLEACHING CORALS AGAIN 

Gambar 2. Foto Pemutihan Karang di Struktur Biorock di tahun 2020 (Foto oleh Komang Astika (2020))

Gambar 3. Foto Karang Setelah Pulih di Struktur Biorock di tahun 2020 (Foto oleh Komang Astika (2020))

Kondisi terumbu karang yang rusak dan populasi terumbu karang yang semakin sedikit akan berpengaruh langsung pada kehidupan kita. Jika kita masih ingin makan seafood di pinggir pantai atau memesan fish and chips di restoran favorit kita, mari dukung upaya restorasi terumbu karang karena karang sehat berarti komunitas kuat. Kamu bisa ikut terlibat pada restorasi terumbu karang bersama Biorock Indonesia melalui program “Adopt A Baby Coral” pada tautan berikut: http://www.biorock-indonesia.com/adopsibabycoral/ 

Daftar Pustaka:

Jones GP, McCormick MI, Srinivasan M, Eagle JV. Coral decline threatens fish biodiversity in marine reserves. Proc Natl Acad Sci U S A. 2004 May 25;101(21):8251-3. doi: 10.1073/pnas.0401277101. Epub 2004 May 18. PMID: 15150414; PMCID: PMC419589.

Badan Pusat Statistik. 2020. Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2020. Jakarta: BPS RI

Reid, C., Marshall, J., Logan, D., dan Kleine, D. 2009. Terumbu Karang dan Perubahan Iklim (Krisantini, trans.). Queensland: Coral Watch.

You May Also Like…

Apa Itu Segitiga Terumbu Karang?

Apa Itu Segitiga Terumbu Karang?

Meski populasinya tersebar di seluruh dunia, 76% spesies terumbu karang dunia dapat dijumpai di Segitiga Terumbu...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *