Transplantasi karang dengan metode Biorock (C) Biorock Indonesia 2018
Keindahan bawah laut di Kepulauan Selayar yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan. (C) Biorock Indonesia 2018

Dalam beberapa tahun terakhir, Blue Economy selalu menjadi topik pembicaraan pemecahan masalah ekonomi di negara kita. Konsep ini pertama kali disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya, Juni 2012 lalu dalam acara Leaders Valuing Nature, Rio+20di Brazil. Ekonomi Biru dianggap sebagai langkah baru untuk membangun Indonesia dengan mengutamakan pemanfaatkan sumber daya alam bagi pertumbuhan ekonomi, mensejahterakan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Bagaimana Peran Ekonomi Biru dalam Membantu Pelestarian Terumbu Karang di Indonesia

Setelah pidato tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) waktu itu langsung melakukan kerja sama dengan Coral Triangle Global Initiative (CTGI) dan WWF-Indonesia untuk mengadakan pertemuan berupa seminar Blue Economy pada Selasa, 4 Desember 2012 di Hotel Golden Flower, Bandung.

Pada tahun 2013, 3rd Coral Regional Business Forum/3rd CT RBF mempertemukan wilayah segitiga terumbu karang dunia termasuk Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Timor Leste dan Malaysia. Tujuannya tentu saja untuk melakukan pembangunan yang ramah lingkungan, berkelanjutan dan memberikan hasil maksimal, terutama dalam pelestarian terumbu karang di wilayah segitiga ini.

Biorock sebagai teknologi ideal untuk merestorasi dan mengakselerasi pertumbuhan terumbu karang memiliki misi yang sejalan dengan konsep ekonomi biru yang sedang digalakkan ini. Bekerja sama dengan UNDP Indonesia, Biorock sedang menjajaki langkah untuk menerapkan konsep Ekonomi Biru ini dengan melakukan rehabilitasi di beberapa wilayah yakni:

  1. Selayar

Kepulauan Selayar memiliki 123 pulau dan 103 di antaranya tidak berpenduduk. Salah satu permata di area ini adalah Taman Nasional Takabonerate yang merupakan Atol Terumbu Karang Terbesar ke-tiga di dunia. Keanekaragaman hayati yang dimiliki pulau di Provinsi Sulawesi Selatan ini termasuk terumbu karang salah satu binaan COREMAP tahap dua. Sama seperti wilayah lain, di Selayar masih marak praktik penangkapan ikan yang merusak alam. Selayar baru saja ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sehingga pengembangannya perlu direncanakan dengan matang agar tidak menjadi bumerang kerusakan lingkungan.

Diskusi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di Pulau Rajuni, Kepulauan Selayar adalah salah satu bagian penting dari kegiatan survey program blue economy. (C) Biorock Indonesia 2018

2. Togean

Kepulauan Togean yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah ini memiliki luas wilayah 100.000 hektar dengan wisata bahari yang menjadi daya tarik utamanya. Di wilayah ini juga terdapat Taman Nasional Togean dengan berbagai biota uniknya termasuk kuda laut mini (pigmy sea horse) yang hanya dapat ditemukan di wilayah tersebut. Pelestarian kembali terumbu karang yang sudah rusak di Togean diharapkan mampu meningkatkan daya jual Kepulauan Togean sebagai tempat wisata yang bisa mensejahterakan masyarakat setempat.

Tim Biorock Indonesia melakukan survey di salah satu titik penyelaman Taipi Wall di Kepulauan Togean (C) Biorock Indonesia 2018

3. Banda Neira

Banda Neira adalah salah satu wilayah di Provinsi Maluku yang memiliki kekayaan bahari yang luar biasa. Total nilai ekonomi terumbu karang di Banda Neira diperkirakan mencapai Rp.17 triliun. Memaksimalkan potensi ini sekaligus mempertahankan kelestariannya adalah PR besar yang harus diselesaikan oleh pemerintah dan berbagai pihak terkait.

Terumbu Karang di Banda Neira masih berada dalam kondisi baik. (C) Biorock Indonesia 2018

4. Lombok Timur

Lombok Timur adalah satu dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sampai saat ini terus melakukan rehabilitasi terumbu karang. Salah satu objek wisata yang cukup terkenal yakni Pink Beach yang saat ini mulai terancam karena aktivitas pariwisata yang tidak terkelola dengan baik. Akibatnya, warna pink pasir pantai mulai memudar karena populasi karang merah mulai berkurang dengan drastik. Biorock bersama dengan UNDP Indonesia diharapkan bisa membantu restorasi terumbu karang di wilayah ini demi mempertahankan kondisi terbaiknya. Survey dilakukan dengan berdiskusi bersama pemangku kepentingan dan menyelam di beberapa titik yang akan dilakukan rehabilitasi.

Salah satu pemandangan bawah laut di Pink Beach, Lombok Timur (C) Biorock Indonesia 2018

Gunter Pauli, seorang pengusaha, penulis serta salah satu inisiator Blue Economy menyebut bahwa gerakan ini sebenarnya bertujuan untuk mendorong pemanfaatan sumber daya lokal melalui berbagai inovasi untuk memberikan nilai tambah bagi peningkatan sumber daya alam agar bisa meningkatkan kualitas hidup manusia sembari merawatnya agar bertahan lebih lama.

Sekarang Anda bisa ikut berperan serta dalam gerakan Blue Economy dengan membantu Biorock melakukan restorasi terumbu karang. Mari bergabung bersama Biorock di team@biorock-indonesia.com, dan ikuti workshop serta berbagai kegiatan Biorock menarik lainnya. Donasi untuk mewujudkan sumber daya alam terumbu karang yang berkesinambungan juga bisa Anda salurkan melalui Biorock. Tunggu apalagi, ayo bergabung sekarang juga!