Peran Perempuan dalam Konservasi Laut

December 25th, 2020

Perempuan sering dianggap memegang peran minor dalam kehidupan bermasyarakat. Kenyataannya, perempuan memiliki peran yang unik dan tidak tergantikan dalam kegiatan pemberdayaan komunitas seperti konservasi laut. Penasaran apa peran unik perempuan dalam konservasi laut? Berikut beberapa contoh peran perempuan dalam konservasi laut dan kisah inspiratif mereka.

1. Perempuan Mendidik Anak untuk Peduli Ekosistem Laut

Dari ibu yang cinta lingkungan, lahir anak-anak yang peduli lingkungan. Ibu berperan mendidik anak melalui edukasi dan kebiasaan sejak kecil. Dimulai dari pengenalan alam dan kebiasaan hidup ramah lingkungan, akan tumbuh kepedulian dan kesadaran anak tentang pentingnya merawat bumi. Pengenalan anak pada pantai, laut, dan organisme laut akan membentuk generasi yang sadar dan peduli ekosistem laut. Hal serupa dialami Nadine Zamira, Co-Founder Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, seorang perempuan konservasi. Bermula dari sang ibu yang mengelola pusat pembibitan, Nadine telah dibiasakan menghargai alam sejak kecil. Berkecimpung di bidang konservasi dan melihat sampah di dasar laut saat diving membuat Nadine tergerak untuk terlibat di bidang lingkungan dan konservasi hingga saat ini.

2. Perempuan Mengambil Keputusan Rumah Tangga yang Ramah Lingkungan

Meskipun bukan kepala keluarga, perempuan mempunyai peran sebagai pengambil keputusan terkait rumah tangga. Urusan pangan, kebersihan, dan estetika biasanya diserahkan kepada perempuan, entah itu Ibu, Istri, atau Saudari. Oleh karena itu, perempuan mempunyai peran unik dan besar mendukung konservasi laut melalui keputusan rumah tangga sehari-hari. Dengan mengurangi pemakaian plastik, membeli bahan secukupnya, mendaur ulang, dan membeli produk ramah lingkungan, perempuan dapat mendukung konservasi laut dalam satuan keluarga. 

Kisah inspiratif perempuan dengan rumah minim sampah bisa kita lihat dari Bunda D. K. Wardhani. Keputusan rumah ramah lingkungan beliau dimulai dari pemilahan sampah, membuat kompos, membuat sabun sendiri, berkebun, sampai tidak lagi membeli produk berkemasan. Menurut beliau, rumah tangga adalah hulu, dan ibu adalah kunci. Ibu banyak mempengaruhi keputusan dalam sebuah rumah, seperti belanja apa, makan apa, beli apa. Maka dari itu, jika ibu punya kesadaran lebih, ini akan menular kepada anak dan ayah.

3. Perempuan Membantu Perekonomian Keluarga dan Menjaga Keseimbangan Alam

Konservasi laut berkelanjutan dapat dicapai apabila masyarakat menyadari pentingnya ekosistem laut dalam kehidupan mereka. Kesadaran ini menciptakan partisipasi aktif untuk melestarikan ekosistem agar dapat menyokong kebutuhan hidup bersama. Pada masyarakat pesisir, perempuan turut membantu perekonomian keluarga dengan mencari tambahan penghasilan dari alam, misalnya membuat kerajinan dan oleh-oleh. Dengan memanfaatkan alam sebagai sumber penghidupan, perempuan pun terus menjaga keseimbangan alam. Salah satu contohnya bisa ditemukan pada perempuan nelayan di Desa Kedungrejo, Banyuwangi yang mengembangkan aneka kreasi dari limbah laut dan cangkang kerang (Imaniar, 2020)


Gambar 1. Aneka Kerajinan dari Kerang Kerang. Foto oleh Falahi Mubarok (Mongabay (2019)

4. Perempuan Bekerja Sama Menggerakan dan Memberdayakan Komunitas

Sifat keibuan dan empati perempuan memungkinkan pemberdayaan komunitas menjadi lebih baik. Melalui wadah seperti Perkumpulan Ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), perempuan mempunyai pengaruh pada edukasi dan aktivitas kolektif komunitas. Organisasi kemasyarakatan ini memfasilitasi berbagai program seperti pelatihan, sosialisasi, hingga perencanaan kegiatan lingkungan. Oleh karena itu, perempuan mempunyai peran dan pengaruh besar untuk menggerakan komunitas mendukung konservasi laut.  

Di Denpasar, TP PKK Denpasar mendirikan kampung hijau bersama pihak kelurahan/desa serta kecamatan untuk edukasi lingkungan. Dipimpin oleh IA Selly Dharmawijaya Mantra, TP PKK Denpasar juga terlibat aksi peduli lingkungan berupa pemungutan sampah plastik di Pantai Biaung, Denpasar pada 2019 yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan mempunyai pengaruh dan peran unik untuk menggerakan komunitas ke arah yang lebih baik, salah satunya mendukung aksi komunitas untuk konservasi laut.

Gambar 2. Aksi Peduli Lingkungan Pungut Sampah Plastik di Pantai Biaung, Denpasar.Foto oleh Humas Denpasar (Bali Berkarya)

Ternyata, banyak peran unik perempuan yang tidak tergantikan di bidang konservasi laut tanpa kita sadari. Di sekitar kita, terdapat banyak perempuan, seperti ibu, istri, kakak, adik, dan teman. Kita semua mempunyai peran masing-masing dalam mendukung konservasi laut apapun bentuknya. Mari saling mendukung dan terlibat untuk ekosistem laut yang lebih baik karena karang sehat, komunitas kuat. 

Daftar Pustaka:

Imaniar, D. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (Perempuan Nelayan) Melalui Pemanfaatan Pengolahan Limbah Laut dan Cangkang Kerang. Jurnal Humaniora, 14(2, Desember), 62-66. Retrieved from http://e-jurnal.kopertis7.go.id/index.php/humaniora/article/view/216

Imron, M. 2020. Zero Waste Pep Talk with DK Wardhani: Arti Zero Waste dan Tips Composting untuk pemula. Zero Waste Indonesia. Diakses pada 21 Desember 2020 pada https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/zero-waste-pep-talk-with-dk-wardhani-arti-zero-waste-dan-tips-composting-untuk-pemula/ 

You May Also Like…

Apa Itu Segitiga Terumbu Karang?

Apa Itu Segitiga Terumbu Karang?

Meski populasinya tersebar di seluruh dunia, 76% spesies terumbu karang dunia dapat dijumpai di Segitiga Terumbu...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *