Pentingnya Komunitas Dalam Konservasi Terumbu Karang Berkelanjutan

January 15th, 2021

Tidak ada konservasi jangka panjang tanpa dukungan komunitas. Konservasi terumbu karang membutuhkan dukungan komunitas untuk mencapai konservasi berkelanjutan. Bagaimana komunitas berperan dalam konservasi terumbu karang berkelanjutan? Temukan jawabannya pada artikel berikut.

 

  • Kesadaran komunitas untuk menjaga sumber daya alam

Ketika terjadi kerusakan terumbu karang, masyarakat yang paling terdampak adalah komunitas pesisir yang hidupnya bergantung pada sumber daya laut. Seperti yang kita ketahui, lebih dari 1 milyar orang hidup dalam radius 60 km dari terumbu karang di daerah tropis dan separuhnya bergantung pada terumbu karang sebagai sumber pangan dan pendapatan. Kerusakan terumbu karang akan berdampak langsung pada produksi pangan dan mengancam 400 juta orang termiskin di dunia yang bergantung pada ekosistem terumbu karang sebagai sumber utama protein mereka (Reid et al., 2009)

 

Kerusakan ekosistem terumbu karang mengancam ketersediaan pangan dan lapangan pekerjaan komunitas pesisir. Berangkat dari pengalaman serupa, banyak komunitas pesisir secara sadar mempraktikkan upaya konservasi seperti sustainable fishing yaitu tidak menangkap ikan lebih dari daya regenerasinya dan menghentikan penangkapan ikan dengan bahan peledak. Dikarenakan komunitas sangat terdampak kerusakan terumbu karang, tercipta kesadaran untuk menjaga sumber daya alam demi kelangsungan hidup bersama.

 

  • Komunitas melakukan pengawasan ekstensif di lapangan

Program konservasi terumbu karang bisa diinisiasi oleh pemerintah, LSM, maupun komunitas sendiri. Terlepas dari siapa yang menginisiasi, komunitas berperan penting dalam keberlanjutan program konservasi. Sebagai masyarakat yang tinggal di daerah setempat, komunitas merupakan pengawas program sehari-hari, pelaksana di lapangan, penjaga kawasan, dan orang yang paling tanggap jika terjadi sesuatu. Tanpa dukungan komunitas, pengawasan ekstensif sulit dilakukan sehingga konservasi berkelanjutan sangat sulit dicapai. Apabila program konservasi melibatkan komunitas, kendala teknis sehari-hari dapat diketahui dan diatasi dengan cepat sehingga tidak mempengaruhi program pada jangka panjang.

 

  • Komunitas sebagai saluran edukasi konservasi berkelanjutan

Mengikutsertakan komunitas dalam konservasi menanamkan konservasi berkelanjutan secara langsung. Dalam proses pembentukan karakter, kita tahu bahwa tahap pertama adalah mengetahui, dilanjutkan dengan memahami, membiasakan, meyakini, melakukan, dan mempertahankan. Melibatkan komunitas dalam program konservasi bisa berupa penyuluhan, pemberdayaan, maupun ajakan kegiatan konservasi langsung. Hal ini merupakan tahap awal pembentukan karakter yaitu mengetahui, memahami, dan membiasakan kegiatan konservasi dalam hidup sehari-hari. Harapannya, dengan mengedukasi komunitas, kebiasaan konservasi terumbu karang diturunkan pada generasi berikutnya dan menciptakan program konservasi terumbu karang berkelanjutan.

 

  • Bersama komunitas, program konservasi jadi lebih mudah dilakukan

 

Dukungan komunitas akan mempermudah program konservasi terumbu karang. Melalui pendekatan gotong royong, kerja bakti, dan adat setempat, pelaksanaan program konservasi akan menjadi lebih mudah, menyenangkan, dan cepat terlaksana. Dukungan komunitas bisa mempermudah perizinan, menambah sumber daya manusia, ketersediaan logistik, maupun dukungan moril. Oleh karena itu, melibatkan komunitas dalam konservasi terumbu karang akan mengkatalisis kesuksesannya.

 

  • Karang Sehat, Komunitas Kuat

Berangkat dari kesadaran akan pentingnya ekosistem terumbu karang dan didorong oleh edukasi dan kebiasaan konservasi terumbu karang, dapat dicapai konservasi terumbu karang berkelanjutan. Apabila ekosistem terumbu karang sehat, komunitas dapat memanfaatkan jasa ekosistem untuk menunjang hidup mereka. Hal ini berarti karang sehat, komunitas kuat.

 

Itulah bagaimana komunitas berperan dalam konservasi terumbu karang berkelanjutan. Dapat disimpulkan bahwa komunitas berperan dalam kesadaran, pengawasan ekstensif, saluran edukasi, pelaksana program, dan penerima manfaat ekosistem terumbu karang. Ada baiknya program-program konservasi terumbu karang di masa depan melibatkan komunitas sebagai kunci kesuksesan konservasi berkelanjutan karena karang sehat berarti komunitas kuat.

 

Daftar Pustaka:

Reid, C., Marshall, J., Logan, D., dan Kleine, D. 2009. Terumbu Karang dan Perubahan Iklim (Krisantini, trans.). Queensland: Coral Watch.

You May Also Like…

Biorock Internship Experience

Biorock Internship Experience

Written by: Aliyya Lathifa As a part of my master’s studies in France, I was required to do a 6-month internship. I...

6 Fakta Mengenai Coral Bleaching

6 Fakta Mengenai Coral Bleaching

Indonesia memiliki terumbu karang seluas 25.000 km2 (COREMAP-CTI LIPI, 2016) atau sekitar 10% dari total terumbu...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *