Fenomena Pemutihan Karang Warna-warni: Kok Bisa?

January 6th, 2021

Sering diasosiasikan dengan warna putih, ternyata pemutihan terumbu karang bisa menghasilkan karang warna-warni. Pemutihan terumbu karang merupakan pertanda populasi terumbu karang mengalami stres. Terumbu karang yang mengalami pemutihan lebih rentan mati. Apa yang mendasari fenomena pemutihan karang warna-warni? Berikut informasi yang kita ketahui seputar fenomena ini.

 

  • Pertama Teramati Pada 2010

 

Pemutihan karang warna-warni sudah didokumentasikan sejak tahun 2010, namun hingga saat ini masih diteliti mekanisme dan alasannya. Sejak tahun 2010, setidaknya sudah terjadi 15 fenomena pemutihan karang warna-warni di seluruh dunia, menurut studi Wiedemann, Bollati, dan D’Angelo (2020) dari University of Southampton. Salah satu fenomena pemutihan karang warna-warni terbaru terjadi di beberapa bagian Great Barrier Reef pada bulan Maret dan April 2020.

Gambar 1. Pemutihan Karang Warna-warni. Foto oleh Ryan Goehrung (University of Washington)

 

  • Disebabkan Produksi Pigmen Warna

Kemunculan warna neon pada terumbu karang disebabkan oleh produksi pigmen warna yang mirip dengan protein fluoresen hijau pada ubur-ubur. Pigmen ini diproduksi melalui interaksi alga dengan sinar matahari yang bertujuan menambahkan lapisan pelindung sendiri untuk membantu bertahan dalam kondisi laut yang sulit (Davidson, 2020) Lapisan ini seperti lapisan tabir surya (BPS, 2020)

Pemutihan karang warna-warni merupakan strategi adaptasi krisis untuk mengundang hewan karang kembali ke habitat terumbu karang yang mereka tinggalkan akibat efek pemanasan lautan (BPS, 2020) Penelitian terbaru menemukan pemutihan karang warna-warni melibatkan mekanisme pengaturan mandiri yang disebut Optical feedback loop yang melibatkan alga dan karang. Saat alga sudah pulih dan dapat berfotosintesis lagi, karang akan berhenti memproduksi pigmen warna-warni.

Gambar 2. Perubahan Internal Pada Pemutihan Karang Warna-warni. Skema oleh Jorg Wiedemann, Elena Bollati & Cecilia D’Angelo (University of Southhampton)

 

  • Diakibatkan Perubahan Kondisi Lingkungan

 

Pemutihan karang warna-warni disebabkan oleh perubahan kondisi lingkungan yang ringan. Penelitian Wiedemann, Bollati, dan D’Angelo (2020) menemukan bahwa beberapa pemutihan karang warna-warni berkaitan dengan paparan panas ringan atau lonjakan suhu yang singkat. Pemutihan karang warna-warni muncul 2-3 minggu setelah paparan panas ringan. Ketika karang terpapar suhu ekstrim yang parah atau berkepanjangan, mereka cenderung memutih, bukan menjadi warna-warni. Selain paparan panas singkat, ternyata nutrisi yang tidak seimbang juga dapat menyebabkan pemutihan karang warna-warni. 

 

  • Kemungkinan Pulih Lebih Tinggi

 

Penyebab pemutihan karang warna-warni adalah pemanasan laut yang singkat dan ringan atau perubahan nutrisi yang diterima karang dari lingkungannya. Oleh karena itu, peneliti berpendapat bahwa pemutihan karang warna-warni tidak separah pemutihan biasa dikarenakan faktor stres yang relatif lebih ringan. Selain itu, fenomena pemutihan karang warna-warni merupakan upaya alami karang untuk mengembalikan alga supaya dapat pulih kembali seperti semula. Maka dari itu, dibandingkan dengan pemutihan terumbu karang biasa, kemungkinan pulih pada pemutihan karang warna-warni lebih tinggi.

 

  • Spesies Berbeda Menghasilkan Warna Berbeda

 

Pada fenomena pemutihan karang, terdapat spesies yang menampilkan warna, terdapat juga spesies yang tidak menghasilkan warna. Tidak hanya itu, dalam spesies yang sama bisa muncul pewarnaan yang berbeda saat pemutihan. Hal ini disebabkan adanya variasi genetik antar individu dan spesies yang berbeda (Wiedenmann & D’Angelo, 2020)

 

Diketahui variasi ini bertujuan sebagai strategi bertahan hidup sesuai kondisi lingkungan masing-masing. Karang di perairan dangkal cenderung berwarna-warni karena terpapar banyak cahaya. Di sisi lain, karang pada kedalaman atau daerah ternaungi cenderung menghasilkan lebih sedikit pigmen warna untuk menghemat energi. Meski begitu, varian yang berbeda ini sering muncul berdampingan, itulah sebabnya sering teramati beberapa karang memutih dengan warna-warni sementara sekelilingnya hanya berwarna putih.

Gambar 3. Karang Acropora mengalami pemutihan warna-warni di Kaledonia Baru pada tahun 2016. Foto oleh Richard Vevers (The Ocean Agency)

 

Daftar Pustaka:

Badan Pusat Statistik. 2020. Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2020. Jakarta: BPS RI

Bollati E, D’Angelo C, Alderdice R, Pratchett M, Ziegler M, Wiedenmann J. Optical Feedback Loop Involving Dinoflagellate Symbiont and Scleractinian Host Drives Colorful Coral Bleaching. Curr Biol. 2020 Jul 6;30(13):2433-2445.e3. doi: 10.1016/j.cub.2020.04.055. Epub 2020 May 21. PMID: 32442463.

Davidson, J. 2020. Corals Turn Bright Neon in Last-Ditch Effort to Survive. Eco Watch. Diakses pada 29 Desember 2020 pada https://www.ecowatch.com/coral-neon-algae-bleaching-2646106381.html?rebelltitem=1#rebelltitem1 

Wiedenmann, J. & D’Angelo, C. 2020. Coral reefs that glow bright neon during bleaching offer hope for recovery – new study. The Conversation. Diakses pada 29 Desember 2020 pada https://theconversation.com/coral-reefs-that-glow-bright-neon-during-bleaching-offer-hope-for-recovery-new-study-139048 

You May Also Like…

Apa Itu Segitiga Terumbu Karang?

Apa Itu Segitiga Terumbu Karang?

Meski populasinya tersebar di seluruh dunia, 76% spesies terumbu karang dunia dapat dijumpai di Segitiga Terumbu...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *