5 Dampak Aktivitas Manusia Terhadap Terumbu Karang

Written by Raisa Sasikirana

October 27th, 2021

Terumbu karang, “Hutan hujannya laut,” merupakan salah satu ekosistem terkaya yang ada di bumi. Terumbu karang berperan penting dalam keseharian manusia, contohnya sebagai penyedia makanan, memproteksi garis pantai, pariwisata, dan tentu saja sebagai sumber pemasukan keuangan. Beberapa hal ini hanyalah sebagian contoh dari sekian banyaknya manfaat karang bagi manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.

 

Namun sayangnya walaupun terumbu karang terbukti berperan penting dalam kehidupan manusia, terumbu karang malah sedang terancam karena ulah manusia sendiri.

 

Berikut 5 dampak (buruk) aktivitas manusia terhadap terumbu karang. Siapa tahu dengan mengetahui aktivitas-aktivitas ini kamu dapat ikut membantu mengurangi dampak buruknya.

 

1. Pembangunan di Pesisir Pantai

Sekitar 2.5 Juta orang hidup dalam jangkauan 100 km dari pantai. Pembangunan (pemukiman, infrastruktur, industri, dll.) di area ini bisa memberikan efek pada ekosistem di sekitaran pantai. Kerusakan pada terumbu karang sendiri bisa secara langsung seperti pengerukan atau secara tidak langsung seperti bertambahnya polusi. Di beberapa negara termasuk negara-negara di Asia Tenggara yang kaya akan terumbu karang mengeluarkan sekitar 80%-90% air limbah yang mengandung bahan kimia berbahaya ke laut tanpa penanganan terlebih dahulu.

 

2. Polusi di Perbatasan Air

Polutan-polutan yang ada di sekitaran pantai (bahkan beberapa mencapai 100 km dari mulut pantai) bisa masuk ke perairan dan mencemari terumbu karang. Saat polutan memasuki air, tingkat nutrisi yang meningkat dapat memicu cepat pertumbuhan algae dan organisme lain yang bisa melumpuhkan karang.

Hal ini bisa dikurangi dampaknya dengan adanya misal habitat pohon bakau. Tapi sejak 1980 hampir 20% bakau sudah hilang.

 

3. Polusi dan Kerusakan Berbasis Kelautan

Perdagangan, rekreasi, dan kapal penumpang berlalu-lalang setiap harinya di

dekat terumbu karang. Kegiatan ini turut membawa potensi terhadap kerusakan terumbu 

karang apabila kapal atau orang-orang tersebut telah terkontaminasi bahan kimia, adanya kebocoran bahan bakar, membuang limbah padat, landasan jangkar yang mengenai karang, dan lainnya. 

 

4. Penangkapan Ikan 

Penangkapan ikan secara tidak bertanggung jawab seperti penangkapan yang berlebihan, menggunakan cara yang merusak, dan apalagi secara ilegal juga turut berkontribusi dalam kerusakan terumbu karang.

Hilangnya salah satu saja jenis ikan (karena penangkapan berlebihan) dapat berpengaruh ke keseluruhan ekosistem, termasuk terumbu karang. Beberapa metode penangkapan ikan seperti dengan peledak atau racun juga ikut merusak karang. 

 

5. Perubahan Iklim

Perubahan iklim atau yang lebih sering kita dengar sebagai climate change menjadi salah satu penyebab terumbu karang stress. Seperti yang kita ketahui, perubahan iklim ini (kebanyakan) disebabkan oleh aktivitas dan kegiatan manusia.

Karang sangatlah sensitif terhadap perubahan temperatur, sehingga apabila dalam suhu yang tidak seperti biasanya karena pemanasan global karang dapat mengalami coral bleaching.

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai coral bleaching? Baca lebih lengkapnya tentang Fakta Mengenai Coral Bleaching dengan klik di sini.  

 

Sumber:

Burke dkk. (2011) Reefs at Risk Revisited. Washington DC: World Resource Institute

National Ocean Service. (…) Anthropogenic Human Threats to Corals. Disunting dari https://oceanservice.noaa.gov/education/tutorial_corals/coral09_humanthreats.html

 

You May Also Like…

Blue Economy

Blue Economy

The World Bank defines Blue Economy as “sustainable of ocean resources for economic growth, improved livelihoods and...

A-Z About Baby Coral

A-Z About Baby Coral

Kami sering sekali menyuarakan dan bicara tentang  adopsi baby coral. Lantas apa sebenarnya baby coral itu, dan apa...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *